Tanda Krim Pemutih Berbahaya yang Wajib Anda Ketahui


Setiap wanita sudah pasti ingin tampil cantik dan menarik. Produk – produk perawatan wajah pun sudah banyak beredar di pasaran, Anda tinggal memilih sesuai kebutuhan saja. Namun dari sekian banyaknya produk perawatan yang ada tersebut, yang namanya pemutih wajah, termasuk kosmetik salah satu kosmetik yang paling banyak dicari.

Baca juga : 5 Kesalahan Menggunakan Pelembab Kulit

- Terasa lengket saat disentuh dan diaplikasikan ke wajah. Apabila disimpan dalam kurun waktu lama, maka akan terlihat minyak yang terpisah dari krim. Warna minyak cukup mencolok dan susah dihilangkan dari wajah krim.

- Aroma wanginya cukup menyengat, sebab umumnya aroma tersebut digunakan untuk menutupi bau campuran logam atau pun merkuri yang ada di dalamnya.

- Krim pemutih berbahaya umumnya juga memiliki warna yang mencolok. Ciri – cirinya seperti krim pagi yang memiliki warna oranye cukup tajam atau putih mengkilat seperti mutiara, serta krim malamnya yang berwarna kuning mencolok.

- Krim pemutih dengan kandungan merkuri umumnya akan terasa panas dan perih ketika digunakan pertama kalinya.

Tak sedikit wanita yang ingin memiliki wajah lebih putih, cerah, dan bersih. Namun sayangnya tidak semua krim pemutih wajah benar – benar layak dan aman digunakan walaupun memang ada krim pemutih yang alami. Mau tahu apa saja tanda krim pemutih berbahaya yang tak layak Anda gunakan? Berikut daftarnya.

  • Krim pemutih palsu atau yang berbahaya juga tidak akan membuat wajah Anda semakin cantik, malah akan membuat wajah Anda jadi putih pucat dan tidak segar.
  • Penggunaan dalam waktu lama justru akan menjadikan warnanya jadi keabuan.
  • Ketika terkena sinar matahari pun, kulit jadi memerah dan meradang. Hal ini terjadi karena kulit sudah terkelupas.
  • Saat lupa menggunakan krim biasanya kulit jadi merah, meradang, dan gatal – gatal. Krim yang baik pastinya tidak akan membuat Anda ketergantungan, tetapi hanya terlihat kusam biasa saja.
Itulah beberapa tanda krim pemutih yang harus anda ketahui.

0 komentar:

Posting Komentar